Selama Masih Ada Waktu

Selama Masih Ada Waktu
Galatia 6:1-10

Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang,
tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
(Gal. 6:10) 

Seorang pria paruh baya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Ia mengingat kembali perjalanan hidupnya selama ini. Air mata menetes di pipinya ketika ia menyadari bahwa selama ini ia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. Dulu ia pernah punya mimpi besar menjadi orang yang mampu mewarnai dunia dengan kebaikan dan cinta kasih. Ia ingin menjadi seorang relawan menyediakan waktu mengajar anak-anak jalanan. Ia ingin setiap minggu mengunjungi anak-anak di panti asuhan tempatnya bertumbuh dan dibesarkan. Ia ingin menghadirkan tawa ceria bagi banyak anak-anak yang menderita sakit kanker di rumah sakit. Tetapi semuanya hanya mimpi yang tidak sempat diwujudkan. Yang tersisa kini hanya penyesalan karena waktunya tidak banyak lagi.

Dalam Surat Galatia, Paulus mengajak agar jemaat jangan jemu-jemu berbuat baik (ay. 9). Bahkan Paulus mengingatkan agar jemaat Galatia menggunakan waktu yang Tuhan berikan dengan sebaik mungkin untuk melakukan berbagai kebaikan. Lakukan selagi masih ada kesempatan. Lakukan selagi masih kuat dan sehat. Lakukan sekarang, lakukan hari ini. Jangan menunda karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

Menunda melakukan kebaikan hari ini bisa menghadirkan penyesalan di hari esok karena bisa saja di hari esok kita tidak lagi punya kesempatan untuk melakukan kebaikan itu. Jangan-jangan hari ini adalah hari terakhir buat kita.

 

DOA:

Tuhan, tolonglah aku agar hari ini aku dapat melakukan kebaikan bagi orang-orang yang aku temui. Amin!
Mzm. 34:2-9; 2Sam. 17:15-29; Gal. 6:1-10

 

Sumber : Wasiat ; https://www.ykb-wasiat.org/wasiat/