Tubuh Kebangkitan

1 Korintus 15:35-49

Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?”
(1Kor. 15:35)

 Ayah mertua saya hidup dengan banyak penyakit dan kelemahan dalam tubuhnya. Namun, ia tidak pernah menyerah atau menampilkan diri sebagai sosok yang lemah. Ia melatih dan memelihara dirinya sedemikian rupa sehingga cukup sehat untuk tetap menjadi berkat bagi banyak orang di sekitarnya. Setelah 72 tahun berjuang, ia pergi meninggalkan dunia, tetapi semua perjuangan dan jerih lelahnya tidaklah sia-sia.

Tubuh duniawi kita pada waktunya memang akan mengalami kematian. Namun, dalam persekutuan dengan Kristus Yesus, Tuhan kita, kita punya pengharapan. Sama seperti Kristus sudah bangkit dari antara orang mati, demikianlah Ia akan membangkitkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ketika tubuh duniawi ini hancur dalam kematian, firman Tuhan menyatakan bahwa Tuhan akan menyediakan tubuh yang baru, tubuh surgawi, yang mulia dan yang tidak akan mengalami kebinasaan.

Jadi, bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kematian bukanlah tanda kesia-siaan, juga bukan tanda kekalahan. Kematian adalah peristiwa peralihan ketika kita harus menanggalkan tubuh yang duniawi untuk mengenakan tubuh yang surgawi. Karena itu, sekalipun ada dukacita karena kehilangan, tetapi hati kami bersukacita karena kami tahu bahwa ayah kami tidak lagi terbelenggu dalam kelemahan dan keterbatasan; Tuhan sudah menyediakan tubuh kebangkitan baginya.

DOA:

Tuhan, terima kasih, Engkau menyediakan bagi kami tubuh yang surgawi. Amin.
Mzm. 118:1-2, 14-24; Kej. 1:1-19; 1Kor. 15:35-49

 

Sumber : Wasiat; https://www.ykb-wasiat.org/wasiat/