Sekali dan Selamanya

Ibrani 9:23-28

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.
(Ibr. 9:27-28)

Kurban penebusan yang diberikan Yesus bukanlah “barang murahan.” Bukan kambing atau domba yang dikurbankan oleh Yesus, melainkan diri-Nya sendiri. Yesus adalah domba sekaligus imam yang mempersembahkan darah dan tubuh-Nya sebagai kurban pendamaian dan pengudusan.

Kitab Ibrani menggemakan pesan di atas dengan menegaskan bahwa pengurbanan tubuh dan darah Yesus terjadi hanya sekali dan berlaku untuk selamanya. Sama seperti manusia yang hanya mati satu kali saja, demikian juga dengan pengurbanan Kristus. Namun, kematian yang dialami Yesus bukan akhir dari cerita sejarah. Kematian-Nya justru mematikan kematian itu sendiri sebab di hari yang ketiga Ia bangkit sebagai yang sulung. Melalui iman akan Kristus yang mati dan bangkit, manusia dan khususnya orang percaya dibawa ke dalam sejarah baru kehidupan. Sejarah baru itu memaknai kurban Kristus sebagai kurban pengudusan dan pendamaian yang berlaku untuk selamanya.

Orang percaya di masa kini dipanggil untuk menghidupi karya pengudusan dan pendamaian Kristus di dalam relasi-relasi kemanusiaan di sepanjang sejarah. Karya Kristus itu membuahkan tanggung jawab etis orang percaya untuk menjalani dan mengisi hidupnya dengan sungguh-sungguh bersama orang lain. Karena darah Kristus bukan barang murahan, maka kita pun tidak boleh hidup dengan cara-cara murahan. Jalani hidup dengan tanggung jawab dan kehormatan.

REFLEKSI:
Hidup dengan baik adalah hidup dengan rasa tanggung jawab dan dengan menjaga kehormatan sebagai umat tebusan Kristus.
Mzm. 84; 2Taw. 29:1-11, 16-19; Ibr. 9:23-28

Sumber : Wasiat; https://www.ykb-wasiat.org/2018/03/06/