Uniknya Iman

Roma 3:21-31

Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman,dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.(Rm. 3:28)

Iman itu unik. Beriman karenanya menjadi menarik. Hanya karena iman, manusia dibenarkan oleh Allah. Pembenaran itu terjadi karena kita beriman kepada seorang pribadi ilahi. Dialah Kristus. Dengan beriman kepada pribadi Kristus, kebenaran Allah dinyatakan. Itulah yang disebut sebagai pembenaran dari pihak Allah sebagaimana dimaksud Rasul Paulus. Hanya dengan iman, manusia mendapatkan pembenaran.

Pengenalan terhadap pribadi Yesus karenanya menjadi kunci hidup dan berkembangnya iman Kristen. Untuk memperdalam pengenalan akan pribadi Yesus, fungsi bacaan Injil menjadi tak tergantikan karena kisah Injil menceritakan kehidupan dan karya Yesus, Allah yang menjadi manusia dan berelasi dengan umat manusia. Untuk memiliki relasi yang mendalam dengan Yesus, menghayati peristiwa hidup-Nya tidak bisa diabaikan. Itulah mengapa beriman kepada Yesus memiliki perbedaan dengan beriman pada ajaran tentang Yesus.

Beriman adalah masalah relasi, relasi dengan pribadi yang hidup. Menjalin relasi dengan Tuhan Yesus memerlukan seni komunikasi yang melibatkan seluruh panca indra. Ada waktu untuk mendengar sabda-Nya. Ada waktu untuk merenungkan karya penebusan-Nya. Ada waktu untuk merasakan kehadiran-Nya. Ada waktu pula untuk mencecap pengalaman dikasihi dan mengasihi-Nya.

DOA:
Tuhan, ajar kami untuk mengenal-Mu dengan lebih sungguh-sungguh. Amin.
Mzm. 22:24-32; Kej. 15:1-6, 12-18; Rm. 3:21-31

Sumber : Wasiat; https://www.ykb-wasiat.org/wasiat/