Setia? Tak Perlu Penyesalan

SETIA?? TAK PERLU PENYESALAN!

Saya tidak menyesal setia kepadanya selama ini walau saya sering dikecewakan bahkan akhirnya dia memilih yang lain sebagai pasangan hidupnya. Kesetiaan itu bagi saya adalah kualitas diri, tidak bergantung pada apa yang saya sudah atau akan dapat dan karena itu tak perlu ada penyesalan.” Perkataan itu diucapkan sahabat saya diakhir percakapan kami tentang sepenggal kisah hidupnya. Singkat namun perkataan itu terus renungkan: kesetiaan itu soal kualitas diri! Oleh karena hal itu merupakan kualitas diri maka dalam Amsal 3:3 kita diingatkan: “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,” kapan pun, bagaimana pun, kesetiaan itu harus melekat dan nampak dalam sikap kita. Kesetiaan diuji dalam berbagai kesempatan: relasi dengan pasangan, relasi dengan keluarga, relasi dengan teman bahkan relasi dengan Tuhan.

 

Baru-baru ini media sosial marak memberitakan seorang ibu yang kehilangan tiga puteranya secara beruntun akibat satu penyakit yang sama: kanker hati. Kesetiaan iman ibu ini tentu teruji dengan sangat. Ada pula berita mengenai pemimpin parlemen Indonesia yang kembali ditetapkan sebgai tersangka korupsi. Keputusan hakim kembali akan membuktikan apakah ia setia dengan sumpahnya atas jabatan sebagai pemimpin atau tidak juga apakah ia setia pada institusi tempatnya mengabdi? Terakhir sebagai contoh seorang mahasiswa dengan inisial Krimi diberitakan memanipulasi data untuk diterima pada salah satu perguruan tinggi di Malaysia setelah di DO dari salah satu kampus di Indonesia. Hasil penelusuran senat universitas akan membuktikan kesetiaannya pada komitmen sebagai sivitas akademika. Setia tak perlu penyesalan jika tak mendapat yang diharapkan. Di sisi lain, tak perlu penyesalan berarti tak akan ada penyesalannya diakhir karena sejak awal kualitas tersebut dengan sendirinya membentengi diri.

 

Jika kesetiaan adalah kualitas diri, maka apa dampaknya pada kehidupan pemilik kualitas tersebut? Kesuksesan! Perhatikan  kata bijak dari Colin Powell berikut:

Success is the result of perfection, hard work, learning from failure, loyalty, and persistence“.

 

Selamat menjadi pribadi yang setia, selamat menjadi pribadi yang sukses, tak perlu ada penyesalan karena kesetiaan adalah kualitas yang membentengi diri.