(Bahasa) Karena Berdosa ?

Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku,
namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis ….
(Ayb. 16:20)

Waktu saya kecelakaan, seorang teman menelepon saya dan menyuruh saya untuk bertobat. “Kamu punya dosa apa? Ayo bertobat!” Banyak orang juga masih berpikir seperti itu. Ketika seseorang mengalami kesulitan atau kecelakaan, ia dianggap memiliki dosa sehingga Tuhan menghukumnya; ia harus bertobat dari dosanya itu.

Teman-teman Ayub juga memiliki konsep seperti itu. Ayub mengalami banyak musibah. Anak-anaknya mati, istrinya meninggalkan imannya, serta harta dan para pegawainya lenyap. Menurut teman-teman Ayub, semua itu karena dosa Ayub. Mereka menyarankan Ayub mengaku dosa dan bertobat. Padahal, Ayub adalah seorang yang benar dan saleh (Ayb. 1:1). Akibatnya, penderitaan Ayub makin terasa berat karena teman-temannya menyalahkan dirinya. Namun, sekalipun menderita dan kecewa terhadap teman-temannya, Ayub tetap tidak meninggalkan Tuhan.

Saat duka atau susah melanda kita, apakah kita juga berpikir bahwa Tuhan menghukum kita? Melihat perjalanan iman Ayub, rupanya Tuhan juga mengizinkan anak-anak- Nya mengalami kekecewaan. Namun, kita dapat belajar dari Ayub yang tetap menanti jawaban Tuhan dan mendapatkannya. Dalam perjalanan hidup kita, bisa jadi kita mengalami kekecewaan terhadap teman-teman kita dan Tuhan. Namun, biarlah kita tetap mendekat kepada Tuhan sambil menanti jawaban-Nya.

REFLEKSI:

Hanya dekat Allah saja aku tenang;

dari Dialah kekuatan datang dan hidupku menjadi bermakna.

Mzm. 9:2-15; Ayb. 16:1-21; Mat. 24:45-51

Sumber : Wasiat, 22 November 2017

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better